Breaking News

PROSPEK TANAMAN KARET BAGI MASYARAKAT

 

Bimtek Karet Klp Tani Palo Lubuak Jor. SipingaiSipingai,05 Desember 2016

Jorong Sipingai merupakan bagian dari wilayah Nagari Tujuah Koto Talago denganjumlah 1.127 jiwa rata-rata dari penduduk Jorong Sipingai berprofesi sebagai petani dengan didukung oleh potensi sumber daya alam hamparan sawah dan perbukitan,.khusus untuk daerah perbukitan sebahagian merupakankawasan Hutan Nagari yang dikelola oleh kelompok masyarakat dan lainnya merupakan areal kebun rakyat yang di tanami dengan komonitas tanaman karet,mengingat kondisi lahan dan tekstur tanah sangat cocok untuk budidaya tanaman karet.

Berkaitan dengan kondisi sebagaimana diatas maka masyarakat secara partisipatif dengan didampingi Penyuluh Pertanian Lapangan ( PPL ) sepakat melakukan kegiatan Bimbingan Teknis Budidaya Tanaman Karet. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Jorong Sipingai yang di ikuti oleh 20 peserta dengan profesi petani karet dimulai pukul 10.00 WIB sampai selesai.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan tentang perkebunan karet yang diadakan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lima Puluh Kota Bimbingan Teknik (BIMTEK) kepada Kelompok Tani Palo Lubuak Jorong Sipingai Nagari Tujuah Koto Talago berjalan sukses,, Sabtu (21/12). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lima Puluh Kota pada kesempatan ini di Wakili oleh KUPT Kecamatan Guguak Bapak Syahrial Syukur.di dalam kata sambutanya menyampaikan “bahwa dalam program Dinas Hortbun pada tahun ini jatahnya adalah 5 kelompok .4 paket di Pangkalan Kec.Kapur IX, dan 1 paket di Kelompok Tani Palo Lubuak Jorong Sipingai Nagari Tujuah Koto Talago Kec.Guguak.”

Bertindak sebagai Narasumber Bimtek tersebut yaitu Bapak Wardi dari Pangkalan Kabupaten Lima Puluh Kota. materi yang di sampaikannya “Lingkaran batang harus minimal 40 cm , tinggi pertama membuat polan harus jarak dari tanah (tapak gajah) 130 cm, kemiringan polan 45 derajat celcius, kemudian dilakukan menderes 1×2 hari” .

Hal senada juga diungkapkan oleh M.Arfi PPL Nagari bahwasanya pada waktu menderes karet diawali pada pagi hari sebelum matahari terbit dan cara membuat polan dimulai dari arah Timur menuju Barat.

Berkenaan dengan itu, peserta yang ikut begitu antusias mengikuti bimbingan tersebut. Hal itu terlihat oleh Sofyan Darlis selaku Ketua Kelompok Tani salah seorang peserta yang ikut pelatihan bimbingan itu aktif menyimak kata demi kata yang dilontarkan oleh pemateri itu. “Untuk membudidayakan karet ini harus dengan tekun mengikuti pelatihan, supaya bisa mendapatkan ilmu dan langsung diaplikasikan dilapangan” imbuhnya.(ARM)

Leave a Reply