Breaking News

Sejarah Nagari

Nagari Tujuah KotoTalago berawal dari sampainya rombongan yang tujuah di Talago dipimpin
oleh Dt. Bandaro Hitam , membentuk Taratak, dusun, koto dan akhirnya Nagari dengan sistem kepemerintahannya. Pucuk pimpinan adat dipegang oleh Datuk Paduko Tuan, setelah penduduk berkembang di Talago selanjutnya kelompok masyarakat tersebut pindah ke Ampang Gadang. Di Ampang Gadang mereka mendirikan pucuk adat sendiri yang dipimpin oleh seorang Datuk Pucuk yang bernama Datuk Karaing. Kebesaran Datuk Karaing ditunjukkan melalui kekuasaannya atas wilayah dan rimbo, jadi untuk setiap penggunaan tanah di Nagari Tujuah Koto Talago harus terlebih dahulu mendapat izin dari Dt. Karaing. Karena penduduk berkembang maka permungkinan diperluas, sebagian Penduduk pindah ke Tanjung Jati dengan Datuk Pucuk bernama Datuk Bosea Nan Elok, kebesaran Datuak Bosea Nan Elok adalah pada pakaian. Setelah itu penduduk makin berkembang sehingga muncul koto baru yang dinamakan Koto Kociak dengan Datuk Pucuknya bernama Dt.Tan Marajo yang memiliki kekuasaan mengatur jalannya upacara arak iring .
Dengan seiring perjalanan waktu dan bertambahnya penduduk, maka bertambah pula terbentuknya koto yang baru yaitu yang diberinama Sipingai, kekuasaan Dt. Tan Marajo meliputi Koto Kociak dan Sipingai. Dt. Karaing berkuasa atas Padang Kandi,Padang Japang, dan Ampang Gadang. Dengan adanya Tujuah Koto, maka pemuka adat semasa itu memberi nama dengan Nagari Tujuah Koto Talago.

Leave a Reply